





Hi peeps, it’s been soooo long since my last post. Rasanya kikuk sekali setelah kira-kira 1 bulan “berhenti” nge-blog. Tapi hari ini aku memutuskan untuk bangkit kembali dan mulai dengan “rutinitas” yang biasa kulakukan.
Still introvert related, hari ini aku akan membagikan 50 cara yang aku lakukan untuk mengembalikan energiku setelah seharian bersosialisasi dan “beraktifitas” layaknya seorang ekstrovert.
Hi peeps! New Wednesday, new blog post. Setelah beberapa minggu lalu aku sedikit membahas tentang “kehidupan kelam” seorang introvert, kali ini aku akan membahas “kehidupan glamor” alias keuntungan sebagai seorang introvert. For disclaimer, semua list yang nanti aku sajikan ke kalian adalah based on my own experience. Jadi buat kalian para introvert disana yang membaca artikelku ini mungkin saja tidak mengalami apa yang aku rasakan maupun sebaliknya. Because different individual, different experience.
As some of you may know, I always get a bad first impression toward new people. Banyak yang bilang aku memiliki “muka galak” saat pertama kali bertemu. Jadi secara tidak langsung itulah caraku untuk “memilah” teman. Bagi mereka yang memang ingin mengenalku lebih dalam pasti akan datang kembali dan bagi mereka yang hanya sekedar basa-basi biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Oleh karena itu aku hanya memiliki sedikit teman yang semuanya adalah teman baik yang selalu ada disaat aku membutuhkan. Ada hal yang membuatku senang saat mereka berkata bahwa aku juga teman baik mereka karena selain pendengar yang baik, aku juga bisa menjadi pemberi nasihat yang baik. Well, that’s always make me blush.
Seperti pada beberapa artikelku sebelumnya, aku selalu mengatakan malam mingguku kebanyakan aku habiskan dirumah . Menghabiskan waktu dirumah adalah caraku untuk me-recharge energiku setelah seminggu bekerja. Aku tidak membutuhkan bersosialisasi dengan banyak orang untuk mengembalikanku ke kondisi semula seperti layaknya para ekstrovert, bahkan cukup kebalikannya. Bersantai sendirian di rumah.
Howdy peeps! It’s been quite a while since the last time I post something on my blog. Yap, bisa dibilang aku rehat selama beberapa minggu dari blog dan Youtube karena melakukan hal lain yang menarik perhatianku. I learn about photography a bit deeper, had my very first “model”, editing the photos in the real photo editor (which still very basic editing), and I got carried away. I spent almost 2 weeks working on the photos and intentionally neglected my Blog and Youtube channel. But now I’m back! Hari ini aku akan membahas bagaimana rasanya bila kamu memiliki pacar atau seorang istri yang merupakan introvert. Well, I’m a woman and I know woman is one difficult “creature”, unpredictable and mysterious. All of that combine with introvert personality? Nice, right.
Seperti yang kalian tahu, aku dan suamiku adalah introvert sejati. Walaupun secara garis besar kita memiliki kepribadian yang sama, tapi sebenarnya kita memiliki beberapa perbedaan. My husband sometimes still find me annoying because I am too quite in certain ways. So these are several “warnings” for you who wants to start a relationship with introvert woman 😊

Biasanya bila ada yang tidak pas dalam benakku, aku tidak langsung mengutarakannya ke pasanganku. Aku diam selama beberapa waktu untuk berpikir mengenai hal tersebut. Awalnya suamiku bingung melihat tingkahku, karena typical ordinary woman bila ditanya “ada apa?” hampir 100% akan menjawab “nothing“. And that’s literally me, bukannya memang tidak ada apa-apa, hanya saja aku berkata demikian untuk menghindari pertanyaan selanjutnya, karena aku belum menemukan jawabannya. Now my husband is already familiar with my situation and decided to go along, but sometimes he does pushes me to tell what’s going on when I need that push.