Maintaining Healthy Long Friendship as an Introvert

Hello, welcome to my new blogpost. Untuk hari ini aku ingin membagikan beberapa cara-cara yang aku lakukan untuk mempertahankan persahabatanku dengan sahabatku yang sudah terjalin selama lebih dari 15 tahun, and counting..

We have the same characteristic

Kita berdua itu adalah hardcore introvert, tapi memang saat awal pertemanan akulah yang pertama melakukan pendekatan. Seiring berjalannya waktu, kita saling mengenal, tambah akrab, akhirnya kita sadar kalau kita berdua itu sangat mirip.

Oya, fun fact, we are both Capricorn girls!

We always be ourselves

Kita berdua tidak pernah merasa perlu untuk menjadi orang lain untuk menyenangkan salah satu dari kami. Misal saat salau satu dari kami sedang capek, kita tidak pernah memaksa untuk hangout bareng.

Bila kita sedang marahan, otomatis kita berdua saling memberikan waktu untuk menenangkan diri, dan setelah itu baru kita membahas masalah yang ada.

We always make an annual plan

Saat kita tumbuh dewasa dan kebetulan jalan yang kita tempuh itu beda. Dia tetap berada di kota asal, sedangkan aku memilih pindah dari kota asal. Dikarenakan itu pastilah waktu kita bersama semakin sedikit.

Jadi sudah seperti kesepakatan yang tidak tertulis, kita selalu membuat acara untuk hangout sekali dalam setahun. Yap, you read it right, setahun sekali! Alasannya si kita ga pengen muluk-muluk harus ketemu sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali, apalagi kita berdua juga sudah sama-sama menikah yang pastinya sudah memiliki kehidupannya masing-masing.

So, once a year is pretty reasonable for us, dan yang pasti hampir selalu bisa terlaksana.

We always make time for each other

Nah teknologi sekarang ini berperan besar dalam menjaga persahabatan kami. Saat tidak bisa bertemu langsung, kita bisa saling bertukar pesan melalui WhatsApp. Atau saat keadaan urgent, salah satu dari kita butuh mencurahkan uneg-uneg bisa langsung video-call.

Tidak peduli apa yang sedang aku lakukan, saat sahabatku butuh, aku pasti akan selalu menghentikan apapun yang kulakukan dan membalas pesan maupun melakukan video-call dengan sahabatku. Tentunya dia juga akan melakukan hal yang sama.

We are great at keeping secret

Aku bisa menjadi serapuh mungkin saat curhat di depan sahabatku tanpa takut rahasiaku akan bocor. Because I believe her with my life! Kita berdua akan selalu menjaga rahasia dengan ketat.

It takes two to tango

Persahabatan ini tidak mungkin langgeng hingga saat ini bila hanya salah satu dari kita yang berusaha tapi niat dari kita berdualah yang menopang persahabatan ini.

So, that’s all for today’s post..semoga bermanfaat ya teman-teman

Sincerely,

Sincera, another free-spirited introvert

Urban Legends in Argentina

Good day, peeps! I’m officially trying to start blogging again. I hope this time I can do routine posts at least once a month. I’m not trying to set a high bar, so I’m crossing my fingers.

Kali ini aku akan membahas beberapa urban legend yang ada di negara Argentina. Well, why Argentine, you may ask?

Sebenarnya ini adalah post pertamaku dalam blog series yang rencananya akan aku buat, yaitu membahas urban legend yang ada di beberapa negara di dunia. Rencananya aku akan membahas secara urutan abjad dari A hingga Z. Nah untuk yang pertamaaku mengambil negara Argentina yang kebetulan berawalan dengan huruf A. Berikutnya aku akan mengambil dari negara yang berawalan B, berikutnya C dan seterusnya hingga Z. Semoga bisa terlaksana ya!

So, langsung aja kita bahas ada urban legend apa saja di negara Argentina ini

El Pombero

El Pombero adalah sejenis goblin asal Guaraní, dan sangat terkenal di provinsi Corrientes, Misiones, dan Chaco, menurut buku Colombres Supernatural Beings from Argentine Popular Culture.

Makhluk ini biasanya digambarkan sebagai pria tinggi, kurus, dan berbulu yang mengenakan topi jerami. Apa yang El Pombero lakukan? Jika dia menemukan anak-anak berburu burung saat waktu tidur siang, ia akan membawa mereka dan meninggalkan mereka jauh dari rumah dalam keadaan terluka atau bahkan sering kali meninggal. Di Chaco, orang-orang percaya bahwa ia menghisap darah anak-anak hingga mereka meninggal, lalu menggantung mereka di pohon.

Agar pombero tidak mengganggu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu :

  1. meninggalkan beberapa daun tembakau di luar rumah untuk dikunyahnya.
  2. Rokok atau bahkan uang juga merupakan pilihan yang bagus.
via misiones.tur.ar

Juli 2016, Octavio Leonel Da Silva,seorang anak berusia dua setengah tahun hilang di pedesaan Argentina di daerah yang dipenuhi semak belukar dan pegunungan. Dia pergi dari perkemahan: dia tertidur di dalam tenda dan tampaknya terbangun dan pergi mencari orang tuanya tanpa pengawasan. Dia akhirnya ditemukan dua hari kemudian, dua setengah kilometer jauhnya oleh kepolisian setempat: 100 polisi, anjing, pesawat nirawak, dan helikopter dikerahkan untuk mencari anak itu.

Orangtua Octavio yakin bahwa putra mereka telah diculik oleh El Pombero, sosok mimpi buruk dari tradisi Guarani. Setelah peristiwa itu, ayah Oktaviopun tak lupa untuk selalu meninggalkan rokok dan bir untuk El Pombero.

El Familiar

El familiar mirip dengan anjing neraka yang jahat, sekutu iblis. Bentuk El Familiar besar, hitam, dan memiliki mata yang mengerikan dan
menyala-nyala — mirip dengan anjing Hades, Cerberus, tetapi hanya memiliki satu kepala. Dikenal juga sebagai perro familiar, ia memakan
daging manusia.

El familiar sangat populer di Salta, Catamarca, dan sebagian besar Tucumán, tempat pabrik gula terpenting di Argentina berada.
Orang-orang percaya bahwa iblis sendiri yang memberikan binatang ini (El Familiar) kepada pemilik tanah, sebuah perjanjian yang disegel dengan darah dan ritual gelap. Sebagai imbalan atas kekayaan dan kemakmuran yang luar biasa, pemilik perkebunan akan mengorbankan seorang pekerja untuk El Familiar setiap tahun. Jadi semacam tumbal pesugihan ya di Indonesia?

Cerita berawal dari, Don Ernesto Gonzales, tuan tanah yang kaya raya namun terkenal kejam ingin memperluas kekayaannya yang sudah melimpah, mencari seorang penyihir gelap yang membantunya memanggil El Familiar. Monster itu, yang hanya setia kepada Don Ernesto, berkeliaran di tepi perkebunan, memastikan tidak seorang pun dapat mencuri atau merusak hasil panennya yang berharga.

via radionacional.com.ar

Nah suatu malam,seorang pegawai baru bernama Miguel begadang menyelesaikan pekerjaannya di perkebunan. Padahal teman-temannya sudah memperingatkan bahaya bila ada di perkebunan di malam hari. Tapi Miguel tidak percaya dan hanya menganggap cerita teman-temannya cuma takhayul.

Namun, malam itu, di tengah kegelapan tiba-tiba muncul seekor anjing besar dengan kedua mata yang merah menyala dan mulai mengejar Miguel. El Familiar menerjangnya, giginya terbuka dan matanya menyala-nyala.
Tepat saat binatang itu hendak menyerang, suara siulan keras memecah malam. Makhluk itu berhenti, berbalik, dan menyelinap kembali ke dalam bayangan. Miguel pingsan, gemetar, dan bersumpah untuk tidak pernah begadang lagi.

Lama kelamaan para pekerja tentu merasa ketakutan, akhirnya mereka merencanakan pemberontakan untuk menghancurkan El Familiar. Pemberontakan itu dipimpin oleh Miguel. Setelah perencanaan matang, di malam tanpa bulan mereka memancing El Familiar dengan daging domba.
Nah saat El Familiar datang, para pekerja mengepung dan mulai menyerangnya dengan senjata perak yang diyakini dapat melukai El Familiar.
Akhirnya setelah perkelahian sengit, Miguel berhasil menusuk jantung El Familiar dengan pisau peraknya dan saat itu juga El Familiar berubah menjadi abu.

Setelah kematian El Familiar, Don Ernesto langsung diusir dari perkebunan dan tidak pernah terlihat kembali. Perkebunan kemudian diambil alih oleh para pekerja yang menjamin perlakuan adil untuk bersama.

Walaupun El Familiar ini sudah musnah, kadang di malam-malam yang tenang di Tucumán, ketika angin berdesir melewati ladang tebu, beberapa orang mengatakan Anda masih dapat mendengar lolongan samar El Familiar yang bergema sebagai peringatan dari masa lalu.

Mitos El Familiar adalah kisah kuat yang menggabungkan kengerian, sejarah, dan moralitas. Kisah ini telah diwariskan turun-temurun,
memikat imajinasi, dan mencerminkan nilai-nilai serta perjuangan rakyat Argentina. Baik dilihat sebagai hantu penjaga kekayaan atau pengingat gelap keserakahan manusia, El Familiar tetap menjadi tokoh yang menarik dalam cerita rakyat Argentina yang kaya.

Penyihir & El Lobison

Para penyihir Argentina tinggal di provinsi-provinsi Barat Laut seperti Santiago del Estero, La Rioja, Catamarca, dan Salta. Pada Jumat malam, mereka terbang dengan sapu mereka ke salamanca, gua tempat tinggal Iblis — yang sering disebut Supay. Di sana, mereka melakukan ritual setan.

“Sebelum memasuki salamanca, mereka harus meludahi salib terbalik yang ditemukan di dekat pintu masuk,” kata Colombres. “Kemudian, mereka melakukan ‘misa gelap,’ yang merupakan pelanggaran terhadap semua hal yang baik.” Konon, banyak penyanyi dan musisi pergi ke salamanca untuk melakukan pengorbanan dan berurusan dengan Iblis agar sukses dalam industri seni. “Saat fajar menyingsing dan ayam jantan berkokok, para penyihir melarikan diri, karena mereka adalah musuh cahaya.”

via brightonandhoveroleplayers.blogspot.com

Di banyak provinsi, tradisi mengatakan bahwa anak perempuan ketujuh berturut-turut yang lahir dalam sebuah keluarga adalah seorang penyihir. Sebaliknya, anak laki-laki ketujuh berturut-turut dalam sebuah keluarga adalah lobisón, versi Argentina dari manusia serigala.

Nah karena mitos ini sangat terkenal di Argentina, di tahun 1974 pemerintah sampai membuat undang-undang yang intinya anak-anak “special” itu saat lahir wali mereka adalah harus seorang presiden.
Kenapa harus presiden? Karena untuk melindungi mereka, saking percayanya warga saat itu, tidak jarang anak tersebut dikucilkan atau bahkan dibunuh sebelum berubah menjadi makhluk jahat.
Berkat undang-undang ini, anak tersebut juga menerima bantuan ekonomi untuk menjamin pendidikan mereka.

Luz Mala

Luz Mala adalah mitos yang sangat terkenal di Argentina & Uruguay dan sudah ada sejak suku-suku asli masih tinggal di kedua Negara ini. Luz Mala dalam bahasa Indonesia berarti “cahaya jahat”. Bentuknya adalah seperti cahaya hantu yang menari-nari di tanah tandus. Kadang juga Luz Mala terlihat di daerah rawa-rawa. Legenda mengatakan bahwa cahaya tersebut adalah jiwa yang terkoyak dari bola langit, menangis kesakitan.
Cahaya tersebut diyakini memancarkan gas mematikan, hasil dari tulang-tulang yang membusuk. Menurut para gaucho (penduduk yang berprofesi sebagai penunggang kuda dan peternak tradisional di padang rumput Argentina), Luz Mala ini muncul pada musim terkering dalam setahun.

via magushat.itch.io

Mitosnya, mereka yang berani mengejar cahaya sering kali menemukan diri mereka tersesat, bingung, atau bahkan menemukan sisa-sisa korban sebelumnya yang mencoba mengikutinya.
Namun, ketika cahaya terang yang berkilauan muncul di kaki bukit, cahaya tersebut diyakini mengarah ke harta karun yang terkubur yang hanya dapat ditemukan oleh orang yang paling berani.

Sedangkan bila terlihat di daerah rawa, Luz Mala dikatakan sangat berbahaya, karena dipercaya bahwa di sanalah jiwa orang-orang yang tenggelam di air keruh terperangkap, dan mereka yang mengikuti cahaya tersebut mungkin akan tertarik ke rawa itu sendiri.

Well friends, itu tadi beberapa urban legend yang terkenal di negara Argentina. Semoga blogpost-ku kali ini bermanfaat ya!
Dan misalnya kalian ada request negara berikutnya yang akan aku bahas, silahkan komen!

Sincerely,

Sincera, another free-spirited introvert

Simple Things Introverts Love

Hi everyone, it’s been a hot minutes since I did my last blog..nah di awal tahun 2025 ini aku ingin memantabkan diri untuk mengaktifkan blogku kembali. Semoga kalian masih ingat aku dan wish me luck ya..

Anyway, untuk topik blogku kali ini aku mengambil ide dari komen di salah satu videoku yaitu ada yang menanyakan mengenai hal-hal yang disukai para introvert. Jadi aku ucapkan terima kasih banyak untuk yang sudah komen di videoku ya, tiap baca komen-komen yang masuk selalu menjadi penyemangat untuk “aktif” kembali.

  • When they are able to stay at home

Satu hal ini sudah merupakan rahasia umum di kalangan para introvert saat kita memiliki “privilege” untuk stay home di waktu yang padat. Tanpa ada keramaian di sekitar kita, hanya ada aku dan buku kesukaan (atau musik), lebih asik lagi bila ditemani hujan rintik-rintik di sore hari. So calm and peaceful.

  • When they have a deep talks with a close friend

Memang introvert bisa dibilang tidak memiliki banyak teman, dan kebanyakan mereka adalah teman dekat. Terkadang di usiaku sekarang ini (*almost 40 y.o) kegiatan kumpul-kumpul bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Jadi bila akhirnya aku memiliki waktu untuk berjumpa dan mengobrol dengan sahabatku, aku akan memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Foto-foto dulu untuk kenang-kenangan lalu letakkan hp di meja dan spent all the time we have by chatting and ranting about everything.

  • When they have unlimited internet

Salah satu tempat paling nyaman bagi para introvert adalah rumah sendiri, namun bila keadaan membuat kita harus pergi keluar, salah satu tempat yang dapat dituju adalah perpustakaan, kafe yang sepi tapi memiliki sinyal internet yang kuat. Tanpa perlu teman, hanya ditemani unlimited internet saja, para introvert bisa menghabiskan waktu lama tanpa menghabiskan “social battery” yang kita miliki.

  • When they can binge watching movies

Kebosanan adalah milik setiap orang, tak terkecuali para introvert. Rutinitas yang dijalani setiap hari terkadang membuat kita bosan dan malas, untuk mengembalikan semangat kita tak jarang di weekend kita hanya duduk di sofa ataupun di kasur (no judging) sambil menonton film yang sudah lama berdiam di watchlist saja. Matahari terbit hingga akhirnya terbenam tanpa terasa dan satu hari sudah terlewati, and it was spent well.

  • When they can choose to work from home

Bekerja adalah salah satu kewajiban kita semua bila ingin terus bertahan hidup di dunia yang kejam ini (a bit hyperbol, but..yeah). Ada kalanya para introvert merasa malas masuk kerja bukan karena beratnya tugas yang diemban seperti email yang menumpuk dan deadline yang sudah didepan mata, melainkan harus bertemu dan bersosialisasi dengan banyak orang. Introvert akan merasa mendapat jackpot bila suatu hari bos berkata bahwa kita bisa bekerja dari rumah selama beberapa hari, pekerjaan bisa selesai lebih cepat dan social battery kita akan terus penuh karena tidak “terbuang” dengan harus berkumpul dengan orang banyak. For example, aku akan mendapat banyak ide, berpikir lebih jernih bila aku bekerja dirumah dengan ditemani suara kanal Youtube kesukaanku sebagai background. Tidak harus menggunakan seragam kantor, makan dan minum sambil bekerja dan bisa menggunakan piyama dirumah is literal heaven for me.

  • When someone texts instead of calls

Ada rasa gugup dan cemas bila kita melihat handphone berbunyi tapi bukan notifikasi chat melainkan dering panggilan suara. Apalagi layar handphone menunjukkan nomor yang tidak dikenal. Diangkat atau tidak, misal diangkat harus bicara apa, didiamkan tapi bagaimana bila panggilan itu penting. Seperti itu kira-kira gambaran pikiran yang terlintas di benakku saat melihat layar handphoneku. Sering akhirnya tidak aku angkat bila berasal dari nomor yang tidak dikenal, I just take the risks. Tapi bila notifikasi yang muncul adalah notifikasi chat, senyumku pasti akan sedikit tersungging karena aku tahu aku tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan jawaban secara langsung, aku bisa berpikir dahulu sebelum menjawab pesan yang masuk.

  • When they can hang out with their pets all-day long

Aku memiliki hewan peliharaan yaitu 3 anjing, dan dengan merekalah satu-satunya yang tidak pernah membuatku bosan saat bersama (diluar keluarga intiku ya). Entah itu hanya tidur-tiduran, bermain, ataupun hanya melihat mereka bertiga bermain. Saat aku lelah setelah berkegiatan diluar rumah, pulang disambut 3 anabulku otomatis juga membantu me-recharge energiku. I feel so blessed having them in my life.

  • When they have time to recharge after social gathering

Apa yang dibutuhkan para introvert setelah seharian penuh berada di luar rumah? Yup, recharge energi untuk esok hari, walaupun terdengar sepele namun berdiam diri di rumah adalah hal penting yang harus dilakukan introvert bila ingin “fit” esok harinya. Tak perlu susah-susah, hanya ditemani musik, film atau hanya bersantai di sofa sambil melamunpun juga merupakan cara kita unutk mengembalikan energi kita lagi.

Nah, kira-kira itu adalah beberapa hal sederhana yang aku suka lakukan sebagai seorang introvert. Adakah tambahan selain yang sudah aku jabarkan diatas? komen ya, teman-teman!

Sincerely,

Sincera, another free-spirited introvert

Have a Safe Staycation During Pandemic

It’s been two years since COVID-19 “attacked” our earth, it is also been two years since I leave my house (except when my father-in-law passed away last year, so we had to go to my hub’s hometown for several days). The world did change a lot, our environment, the people, our habits, and many more.

Banyak sekali perubahan yang terjadi selama dua tahun terakhir ini, tidak hanya dalam kehidupan kita bermasyarakat begitu pula bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari termasuk dalam urusan bertamasya.

Dan untuk artikel hari ini, aku ingin membagikan beberapa tips & trik cara bepergian selama pandemi yang aku lakukan beberapa bulan yang lalu untuk staycation selama 3 hari 2 malam. Staycation pertamaku sejak dua tahun lalu.

  • Find the perfect timing for your staycation

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari waktu yang tepat untuk staycation ini. Sebisa mungkin cari waktu ditengah-tengah minggu dan di bulan yang bukan merupakan bulan liburan seperti Januari, Mei-Juli maupun Desember. Penentuan waktu sangat penting karena tujuan staycation untukku adalah untuk me-refresh pikiran dan meninggalkan sejenak rutinitas pekerjaan yang ada. Namun pastinya tetap menjaga keamanan kesehatan juga, oleh karena itu pertengahan minggu merupakan waktu yang menurutku tepat karena di tengah minggu kebanyakan orang masih masuk bekerja. Untuk yang kerja kantoran, jangan lupa atur cuti dengan kantor jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa mengatur pekerjaan saat nantinya kita tinggal sejenak.

  • Find the nearest location from your home

Lokasi adalah hal terpenting kedua yang akan aku tentukan karena staycation ini bukan seperti staycation beberapa tahun lalu sebelum COVID-19 melanda. Oleh sebab itu aku akan memilih tempat yang tidak jauh dari tempat tinggalku. Luckily, ada pantai yang terletak tidak jauh dari rumahku, mungkin sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil pribadi. Bila tidak ada pantai atau pegunungan di sekitar tempat tinggalmu, mungkin kalian bisa mencari penginapan yang nyaman untuk menikmati staycation kalian, yang pasti dapat berganti suasana selama beberapa hari.

  • Find the COVID-19 information of your staycation destination

Jangan lupa untuk cek semua informasi tentang COVID-19 pada tempat yang akan kita kunjungi. Cek angka penularan COVID-19, update situasi yang sedang terjadi disana, apakah sedang ada larangan keluar rumah ataukah tidak, penerapan jam malam, dll. Jangan sampai setelah sampai ternyata malah angka penularan COVID-19 di daerah tersebut jauh lebih tinggi daripada tempat tinggal kita.

  • Do research throughly for the place you stay

Untuk staycationku Oktober kemarin, aku memutuskan untuk menginap di Hotel, dan kebetulan hotel yang aku tempati baru saja mulai beroperasi sekitar awal 2021. Jadi fasilitas yang ada masih sangat baru dan stafnya pun sangat baik. Hal pertama yang aku pastikan adalah standar protokol kesehatan yang diterapkan di hotel ini, tidak perlu malu atau tidak enakan untuk bertanya sedetail-detailnya tentang hal ini. Dan bila memenuhi standard yang diterapkan oleh pemerintah, maka tidak salah bila kita memilih hotel tersbut.

  • Use private vehicle

Salah satu alasanku memilih tempat yang dekat selain karena COVID-19 adalah aku bisa mencapai tempat tersebut dengan kendaraan pribadi. Tujuan penggunaan kendaraan pribadi adalah untuk meminimalisir kontak dengan orang luar. Bila memang tidak memiliki kendaraan pribadi, bisa menggunakan fasilitas GrabCar maupun GoCar, atau juga menyewa mobil untuk beberapa hari kedepan.

Introverts and Pets

Walaupun para introvert sangat terkenal sebagai makhluk penyendiri, tapi bukan berarti mereka sama sekali anti sosial. Para introvert juga membutuhkan teman untuk tempat mereka berbagi, selain dengan sesama manusia tak sedikit diantara mereka yang menyukai pertemanan dengan hewan peliharaan.

Nah di artikel kali ini aku akan bagikan hal-hal yang membuat hewan peliharaan adalah teman yang tepat untu para introvert. Jadi buat kalian yang masih menimbang-nimbang apakah memiliki hewan peliharaan adalah keputusan yang tepat, simak poin-poin dibawah ini dengan seksama ya!

  1. They don’t need small talk

Bila kita berinteraksi dengan orang lain, pasti akan ada yang namanya basa-basi. Entah itu cuma dalam situasi santai maupun resmi. Contoh sederhana adalah bila kita bertemu teman di jalan pasti akan menyapa, sekedar bertanya kabar ataupun berhenti sejenak untuk mengobrol.

Kadang situasi seperti ini membuat para introvert canggung, namun tidak demikian halnya dengan hewan peliharaan. Kita bisa langsung memeluk maupun bermain bersama mereka, dan bila kita sedang lelahpun bisa langsung beristirahat tanpa harus “mengobrol” dengan mereka.

Mungkin untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing akan selalu menyapa kita saat pulang ke rumah, namun hal itu jauh lebih tidak melelahkan daripada harus berbasa-basi dengan orang lain.

2. They have low expectation

Hewan peliharaan akan menyayangi kita dengan tulus dan tidak meminta banyak hal pada kita. Hanya kasih sayang berupa perhatian, makanan dan mungkin berjalan-jalan sore di luar. Mereka tidak mengharapkan sesuatu yang lebih pada kita seperti halnya manusia yang satu dengan yang lain.

People tends to have expectation towards one another. Contoh yang paling mudah adalah harapan agar kita menceritakan masalah kita pada mereka disaat kita tidak ingin bercerita.

3. They don’t lie

Saat anjing peliharaan kita bahagia maka dia akan menggoyangkan ekornya dengan semangat dan saat takut dia akan menyembunyikan ekor dibaeah perutnya. Hewan peliharaan kita akan selalu jujur pada kita. Dia akan melakukan apapun yang dia mau tanpa ada tujuan-tujuan tersembunyi yang mungkin bisa menguntungkan dirinya sendiri.

They don’t know those kind of things.

Continue reading “Introverts and Pets”