Trying to Be Productive as an Introvert

Halo peeps, happy Friday..weekend is just around the corner! Saatnya merencanakan akhir pekan dengan liburan singkat, atau bisa juga merencanakan kegiatan untuk seminggu kedepan.

Di artikel kali ini aku akan membagikan beberapa caraku untuk berusaha selalu produktif dalam menghabiskan hari-hariku, apalagi sekarang aku bekerja dari rumah. Jadi artikel kali ini khusus bagi kalian yang bekerja di rumah. Saat kita bekerja dari rumah kita memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kegiatan yang dilakukan, sisi positifnya jam kerja sangat fleksibel namun sisi negatifnya karena terlalu bebas kadang kita jadi terlalu bersantai. So let’s not make this happen!

  • Make To-Do List a week prior

Kadang kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, tapi akan lebih baik sudah memiliki rencana daripada tidak sama sekali, right? Biasanya di hari Jumat/Sabtu aku sudah mulai nyicil membuat to-do list untuk minggu depan. Tidak perlu muluk-muluk, 1-2 tasks each day is enough so we can be more focus on actually finishing the tasks.

  • Dedicate one book for the “Scrap Book”

For me personally, I have 2 books that always in my desk. Buku yang pertama berisi to-do lists dan ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaanku, sedangkan yang kedua spesial hanya berisi corat-coret yang kadang kulakukan saat brainstorming. Semacam proses kerjaku sebelum menuju final, dan setelah final biasanya aku memindahkan coretanku itu ke buku pertamaku.

When Introvert Plans A Wedding – Part 2

My wedding wasn’t perfect at all, there was a bunch of flaws. Untuk itu di artikel bagian kedua ini aku akan bagikan sedikit catatan untuk kalian yang akan menikah atau sedang merencanakan pernikahan, My Do and Don’t While Planning Your Own Wedding (Simple and Intimate Wedding Edition) :

  • DO : Plan Your Wedding at Least a Year Prior

      Apalagi kamu orang kantoran yang harus bekerja 9to5 dan berniat merencanakan pernikahanmu sendiri from scratch. Semakin dekat kamu merencanakannya, akan semakin sedikit pilihan vendor yang kamu punya dan semakin hectic situasi yang akan kamu rasakan. Semakin lama kamu rencanakan, ide-ide akan muncul dengan sendirinya.

  • DON’T :  rush your decision on finding the right vendors

      Beri batas waktu penentuan vendor yang akan kamu pilih. Bila waktu untuk memilih sangat singkat, maka kamu akan menyesal bila nantinya kamu menemukan vendor yang lebih cocok. Namun jangan terlalu lama pula, karena banyak sekali vendor-vendor pernikahan yang memberikan promo-promo, sebab bisnis pernikahan saat ini sangat menjanjikan. Dan pada akhirnya kamu akan bingung sendiri.

  • DO : Ask for second opinion

      Bila kamu sudah mendapatkan vendor untuk pernikahanmu, kamu bisa bertanya pendapat pada seseorang yang kamu percaya dan yang akan terlibat di pernikahanmu. Jangan bertanya lebih dari 2 orang, karena semakin banyak opini, kamu akan semakin bingung dibuatnya.

  • DON’T : Buy your wedding dress immediately
My Wedding Dress

When Introvert Plans A Wedding – Part 1

Di artikel minggu lalu, aku menyebutkan bahwa aku sudah menikah. Di situ itu aku menceritakan bagaimana rasanya hidup satu atap dengan seseorang yang juga introvert. So today in the first part I’ll tell you how we plan the wedding. For the record, we had a simple and intimate wedding. We tried to pay for our own wedding so we take fully control on the planning.

Kita menikah di bulan Juni 2018, dan setahun sebelum itu aku sudah mulai mencari wedding planner checklist yang bisa kupakai untuk mencatat segala sesuatunya. Kemudian dari checklist yang kuperoleh, aku membuat binder khusus untuk wedding planning.

  • Budget

      Hal yang pertama kita lakukan adalah penentuan budget yang dikeluarkan. Kita berdua memiliki 2 pandangan soal budget, aku mengambil angka yang lebih rendah dari suamiku. Dan pada akhirnya budget yang dikeluarkan sesuai dengan perkiraan suami.

TIPS : Selalu berpatok pada budget awal, kadang tambahan kecil-kecil itu yang membuat budget bengkak.

  • Engagement 

      Dengan mempertimbangkan beberapa hal, kita sepakat mengadakan lamaran di bulan Desember 2018. Untuk perencanaan lamaran kita buat sesimpel mungkin. Setelah menentukan tanggal lalu penentuan tempat (kita memilih restoran karena sepaket dengan makanan), kemudian untuk seserahan sepenuhnya diatur pihak suami. Dokumentasi diurus oleh mamaku yang menyewa fotografer kenalannya. 

TIPS : Sebisa mungkin jangan menggunakan fotografer/videografer saudara atau kenalan kita, kecuali mereka memang profesional. Menyewa jasa seseorang hanya karena kenal atau dekat akan berakhir tidak mengenakkan. Hasil foto lamaranku bagus, namun tidak sesuai ekspektasiku dan keluarga.