Mengapa Saya Pergi

Bila ingin dihitung secara detail, saya sudah 9 bulan 23 hari 9 jam 7 menit “menganggur” alias berhenti dari pekerjaan kantor yang sudah 3 tahun kurang 2 hari saya geluti. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya selama ini lalu saya mengerjakan apa di rumah. Kalau belum punya anak mengapa harus hengkang dari kantor? Toh pekerjaannya tidak susah-susah amat, walau kadang menyita pikiran dan tenaga tapi seharusnya masih bisa saya jalani dan yang terpenting dapat uang tiap bulan dengan jumlah tidak sedikit pula. Istilah kerennya kita hidup sudah ada jaminan finansial, karena tiap bulan mendapat gaji, terlepas bila ada masalah tidak diduga (cth. PHK besar-besaran, kantor terkena musibah) yang untungnya sampai saya keluarpun semua masih baik-baik saja (dan saya doakan akan selalu baik-baik saja).