Introverts and Pets

Walaupun para introvert sangat terkenal sebagai makhluk penyendiri, tapi bukan berarti mereka sama sekali anti sosial. Para introvert juga membutuhkan teman untuk tempat mereka berbagi, selain dengan sesama manusia tak sedikit diantara mereka yang menyukai pertemanan dengan hewan peliharaan.

Nah di artikel kali ini aku akan bagikan hal-hal yang membuat hewan peliharaan adalah teman yang tepat untu para introvert. Jadi buat kalian yang masih menimbang-nimbang apakah memiliki hewan peliharaan adalah keputusan yang tepat, simak poin-poin dibawah ini dengan seksama ya!

  1. They don’t need small talk

Bila kita berinteraksi dengan orang lain, pasti akan ada yang namanya basa-basi. Entah itu cuma dalam situasi santai maupun resmi. Contoh sederhana adalah bila kita bertemu teman di jalan pasti akan menyapa, sekedar bertanya kabar ataupun berhenti sejenak untuk mengobrol.

Kadang situasi seperti ini membuat para introvert canggung, namun tidak demikian halnya dengan hewan peliharaan. Kita bisa langsung memeluk maupun bermain bersama mereka, dan bila kita sedang lelahpun bisa langsung beristirahat tanpa harus “mengobrol” dengan mereka.

Mungkin untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing akan selalu menyapa kita saat pulang ke rumah, namun hal itu jauh lebih tidak melelahkan daripada harus berbasa-basi dengan orang lain.

2. They have low expectation

Hewan peliharaan akan menyayangi kita dengan tulus dan tidak meminta banyak hal pada kita. Hanya kasih sayang berupa perhatian, makanan dan mungkin berjalan-jalan sore di luar. Mereka tidak mengharapkan sesuatu yang lebih pada kita seperti halnya manusia yang satu dengan yang lain.

People tends to have expectation towards one another. Contoh yang paling mudah adalah harapan agar kita menceritakan masalah kita pada mereka disaat kita tidak ingin bercerita.

3. They don’t lie

Saat anjing peliharaan kita bahagia maka dia akan menggoyangkan ekornya dengan semangat dan saat takut dia akan menyembunyikan ekor dibaeah perutnya. Hewan peliharaan kita akan selalu jujur pada kita. Dia akan melakukan apapun yang dia mau tanpa ada tujuan-tujuan tersembunyi yang mungkin bisa menguntungkan dirinya sendiri.

They don’t know those kind of things.

Continue reading “Introverts and Pets”

Mengapa Saya Pergi

Bila ingin dihitung secara detail, saya sudah 9 bulan 23 hari 9 jam 7 menit “menganggur” alias berhenti dari pekerjaan kantor yang sudah 3 tahun kurang 2 hari saya geluti. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya selama ini lalu saya mengerjakan apa di rumah. Kalau belum punya anak mengapa harus hengkang dari kantor? Toh pekerjaannya tidak susah-susah amat, walau kadang menyita pikiran dan tenaga tapi seharusnya masih bisa saya jalani dan yang terpenting dapat uang tiap bulan dengan jumlah tidak sedikit pula. Istilah kerennya kita hidup sudah ada jaminan finansial, karena tiap bulan mendapat gaji, terlepas bila ada masalah tidak diduga (cth. PHK besar-besaran, kantor terkena musibah) yang untungnya sampai saya keluarpun semua masih baik-baik saja (dan saya doakan akan selalu baik-baik saja).

Trying to Be Productive as an Introvert

Halo peeps, happy Friday..weekend is just around the corner! Saatnya merencanakan akhir pekan dengan liburan singkat, atau bisa juga merencanakan kegiatan untuk seminggu kedepan.

Di artikel kali ini aku akan membagikan beberapa caraku untuk berusaha selalu produktif dalam menghabiskan hari-hariku, apalagi sekarang aku bekerja dari rumah. Jadi artikel kali ini khusus bagi kalian yang bekerja di rumah. Saat kita bekerja dari rumah kita memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kegiatan yang dilakukan, sisi positifnya jam kerja sangat fleksibel namun sisi negatifnya karena terlalu bebas kadang kita jadi terlalu bersantai. So let’s not make this happen!

  • Make To-Do List a week prior

Kadang kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, tapi akan lebih baik sudah memiliki rencana daripada tidak sama sekali, right? Biasanya di hari Jumat/Sabtu aku sudah mulai nyicil membuat to-do list untuk minggu depan. Tidak perlu muluk-muluk, 1-2 tasks each day is enough so we can be more focus on actually finishing the tasks.

  • Dedicate one book for the “Scrap Book”

For me personally, I have 2 books that always in my desk. Buku yang pertama berisi to-do lists dan ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaanku, sedangkan yang kedua spesial hanya berisi corat-coret yang kadang kulakukan saat brainstorming. Semacam proses kerjaku sebelum menuju final, dan setelah final biasanya aku memindahkan coretanku itu ke buku pertamaku.

The Positive Sides for Being an Introvert

Hi peeps! New Wednesday, new blog post. Setelah beberapa minggu lalu aku sedikit membahas tentang “kehidupan kelam” seorang introvert, kali ini aku akan membahas “kehidupan glamor” alias keuntungan sebagai seorang introvert. For disclaimer, semua list yang nanti aku sajikan ke kalian adalah based on my own experience. Jadi buat kalian para introvert disana yang membaca artikelku ini mungkin saja tidak mengalami apa yang aku rasakan maupun sebaliknya. Because different individual, different experience.

  • I have loyal friends

As some of you may know, I always get a bad first impression toward new people. Banyak yang bilang aku memiliki “muka galak” saat pertama kali bertemu. Jadi secara tidak langsung itulah caraku untuk “memilah” teman. Bagi mereka yang memang ingin mengenalku lebih dalam pasti akan datang kembali dan bagi mereka yang hanya sekedar basa-basi biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Oleh karena itu aku hanya memiliki sedikit teman yang semuanya adalah teman baik yang selalu ada disaat aku membutuhkan. Ada hal yang membuatku senang saat mereka berkata bahwa aku juga teman baik mereka karena selain pendengar yang baik, aku juga bisa menjadi pemberi nasihat yang baik. Well, that’s always make me blush.

  • I can do my own self-recharge

Seperti pada beberapa artikelku sebelumnya, aku selalu mengatakan malam mingguku kebanyakan aku habiskan dirumah . Menghabiskan waktu dirumah adalah caraku untuk me-recharge energiku setelah seminggu bekerja. Aku tidak membutuhkan bersosialisasi dengan banyak orang untuk mengembalikanku ke kondisi semula seperti layaknya para ekstrovert, bahkan cukup kebalikannya. Bersantai sendirian di rumah.

Types of Introvert

Do you know that there are actually 4 types of introverts? Yap, aku sendiri juga baru tahu belakangan ini. Apparently not every introvert are the same. Walaupun kebanyakan introvert hanya bergaul dalam kelompok kecil, ternyata ada juga tipe introvert yang tidak merasa nyaman untuk bergaul dengan orang lain dan memilih sendiri. Nah di artikel kali ini, aku akan membagikan 4 macam tipe introvert beserta ciri-cirinya.

For all of you like to see my moving face