Start The Journey of Your First Lucid Dreaming NOW

Hi peeps, as I promise in my last Lucid Dream blog post today I’m going to share my ways to become lucid dreamer. But first of all let me tell you that I’m not a professional lucid dreamer at all, not all of my dream are lucid and I still can’t control when to have lucid dream. So, let’s learn together, shall we?

Image from photography.trsty.com by ashraful

Sedikit flashback buat kalian yang belum mengetahui makna dari lucid dream. Lucid dream adalah keadaan dimana seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi di dalam mimpinya sendiri. And for me that’s awesome!

  • Reality Check

Reality check adalah kegiatan yang kita lakukan saat sadar untuk memastikan bahwa kita tidak sedang bermimpi. Hal ini harus sering dilakukan karena reality check berguna untuk membedakan saat kita berada di dunia mimpi atau di dunia nyata. Banyak sekali contoh reality check yang bisa kalian coba, contohnya menghitung jari tangan, mendorong tembok, menempelkan jari telunjuk kananmu ke telapak tangan kiri, dan masih banyak lagi. Setiap orang memiliki cara berbeda-beda dalam melakukan reality check, tergantung pada cara yang paling pas untuk mereka. Reality check yang paling pas untukku adalah menghitung jari tangan karena saat tidur jari tanganku berjumlah 6, dan bila jumlahnya 5, biasanya mereka berbentuk aneh dan disitu aku akan langsung sadar bahwa aku sedang bermimpi.

  • Dream Journal

Cara yang kedua adalah rajin menulis mimpimu yang sering disebut dream journal. Saat awal mempelajari lucid dream aku selalu menyimpan dream journal di dekat tempat tidur, jadi sehabis bangun dari mimpi, aku membiasakan diri untuk menulisnya. Hal ini dikarenakan dengan menulis kejadian di mimpi secara tidak langsung otak kita akan terlatih untuk memahami keadaan dalam mimpi dan akan semakin mudah untuk menyadari bahwa kita sedang bermimpi.

All images are from Google

How To Stop Digital-Comparison

Nowadays people spent so much time on the Internet, especially social media. Siapa diantara kalian yang memiliki akun Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube, atau mungkin akun media sosial lainnya? Pasti hampir keseluruhan akan menjawab “punya”, mungkin tidak semua tapi paling tidak 1 dari beberapa sosial media yang aku sebutkan diatas. Entah untuk sekedar melihat-lihat hal yang terjadi di internet, menggunakan akunmu untuk meng-update orang-orang disekitar tentang kehidupanmu, atau untuk bisnis.

Sudah bukan hal yang sulit pula untuk berkomunikasi ataupun hanya sekedar “memantau” teman lama lewat media sosial. Namun tak jarang feed-scrolling yang kamu lakukan itu sedikit demi sedikit beralih menjadi social media-stalking saat kamu melihat sesuatu yang menarik. For example, some celebrities hot selfies, branded stuff your friend uploaded on their instagram, or maybe some of your dream activities that random people post. Move to the next level of social media-stalking is comparison. Kamu mulai membandingkan kehidupanmu sekarang dengan orang lain yang tampak lebih bahagia dan lebih sukses di media sosial.