8 Type of Introverts – Part 1 ISFJ

Hi Peeps, I know, long time no see, eh?! Yup, I’ve been MIA for more than a month, mumgkin bisa dibilang aku sedikit merasa burns-out, unmotivated atau apalah itu. Weird yah, padahal artikel yang kutulis sebelum ini membahas bagaimana caranya agar bisa produktif, tapi apa daya I feel really empty (of ideas) lately. But, those time is OVER, I’m back now, and I hope stronger than before. Crossing my fingers!

Anyway, di artikel kali ini aku akan membahas lebih mendalam tentang tipe-tipe introvert yang ada. Bila di artikelku beberapa bulan lalu aku sempat membahas 4 tipe introvert https://sincerelysincera.home.blog/2019/03/05/types-of-introvert/, maka di artikel ini aku akan memberikan 8 tipe introvert yang ada menurut http://16personalities.com Namun karena penjabaran masing-masing tipe sangat detail, maka untuk artikel ini aku membaginya menjadi beberapa bagian, so make sure to stay tuned!

image from Pinterest

Sebelum aku menjelaskan 1 tipe introvert di artikel ini, buat kamu yang belum tahu kamu termasuk tipe yang mana, bisa ikuti kuis di http://16personalities.com. Kuisnya terdiri dari beberapa pertanyaan Yes, No, and Equal. Jadi silakan luangkan waktumu sekitar 15-20 menit untuk menjawab semua pertanyaannya ya.

I-S-F-J (Introvert-Sensors-Feelers-Judgers)

Secara garis besar seseorang yang termasuk dalam ISFJ atau disebut juga Defenders adalah orang yang :

  • sensitif dan memiliki kemampuan analisis yang handal
  • walaupun pada umumnya termasuk tipe konservatif, namun tidak menutup kemungkinan para defenders ini dapat menerima perubahan dan ide-ide baru.
  • perfectionist yang suka menunda-nunda pekerjaan, namun jangan khawatir karena mereka juga dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • tidak memerlukan pengakuan terhadap keberhasilan-keberhasilan yang dia capai (humble)
  • harus selalu diingatkan kapan berkata tidak dan stand-up untuk dirinya sendiri agar tetap percaya diri dan selalu bersemangat.

Introvert’s Pet Peeves

Happy Wednesday, peeps! Semoga di pertengahan minggu ini hari-hari kalian semua berlalu dengan baik, apalagi setelah minggu kemarin libur panjang. Langsung saja ya, untuk artikel kali ini aku akan membahas beberapa hal yang membuatku gak enak ati alias BETE. Sebenarnya banyak hal yang bisa membuat setiap orang itu jadi sebal dan badmood, tapi disini aku akan lebih memfokuskan ke hal-hal yang bisa membuat introvert menjadi badmood.

  • large crowds and noise

Introvert itu sering disebut sebagai makhluk penyendiri karena memang pada dasarnya mereka itu bisa dibilang “membenci” tempat yang ramai maupun sekumpulan orang banyak. Walaupun mungkin mereka termasuk social introvert yang bisa berada di kerumunan banyak orang, tapi tetap bila disuruh memilih pastinya lebih condong untuk sendirian. Selain tidak suka berada di kerumunan banyak orang, para introvert ini, contohnya aku, juga tidak menyukai tempat yang bising. Bukan hanya tempat ramai karena banyak orang berbicara, tapi juga misalnya suara kembang api, pawai dan lain sebagainya.

Trying to Be Productive as an Introvert

Halo peeps, happy Friday..weekend is just around the corner! Saatnya merencanakan akhir pekan dengan liburan singkat, atau bisa juga merencanakan kegiatan untuk seminggu kedepan.

Di artikel kali ini aku akan membagikan beberapa caraku untuk berusaha selalu produktif dalam menghabiskan hari-hariku, apalagi sekarang aku bekerja dari rumah. Jadi artikel kali ini khusus bagi kalian yang bekerja di rumah. Saat kita bekerja dari rumah kita memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kegiatan yang dilakukan, sisi positifnya jam kerja sangat fleksibel namun sisi negatifnya karena terlalu bebas kadang kita jadi terlalu bersantai. So let’s not make this happen!

  • Make To-Do List a week prior

Kadang kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, tapi akan lebih baik sudah memiliki rencana daripada tidak sama sekali, right? Biasanya di hari Jumat/Sabtu aku sudah mulai nyicil membuat to-do list untuk minggu depan. Tidak perlu muluk-muluk, 1-2 tasks each day is enough so we can be more focus on actually finishing the tasks.

  • Dedicate one book for the “Scrap Book”

For me personally, I have 2 books that always in my desk. Buku yang pertama berisi to-do lists dan ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaanku, sedangkan yang kedua spesial hanya berisi corat-coret yang kadang kulakukan saat brainstorming. Semacam proses kerjaku sebelum menuju final, dan setelah final biasanya aku memindahkan coretanku itu ke buku pertamaku.

50 Ways Introvert Recharge Energies

Hi peeps, it’s been soooo long since my last post. Rasanya kikuk sekali setelah kira-kira 1 bulan “berhenti” nge-blog. Tapi hari ini aku memutuskan untuk bangkit kembali dan mulai dengan “rutinitas” yang biasa kulakukan.

Still introvert related, hari ini aku akan membagikan 50 cara yang aku lakukan untuk mengembalikan energiku setelah seharian bersosialisasi dan “beraktifitas” layaknya seorang ekstrovert.

The Positive Sides for Being an Introvert

Hi peeps! New Wednesday, new blog post. Setelah beberapa minggu lalu aku sedikit membahas tentang “kehidupan kelam” seorang introvert, kali ini aku akan membahas “kehidupan glamor” alias keuntungan sebagai seorang introvert. For disclaimer, semua list yang nanti aku sajikan ke kalian adalah based on my own experience. Jadi buat kalian para introvert disana yang membaca artikelku ini mungkin saja tidak mengalami apa yang aku rasakan maupun sebaliknya. Because different individual, different experience.

  • I have loyal friends

As some of you may know, I always get a bad first impression toward new people. Banyak yang bilang aku memiliki “muka galak” saat pertama kali bertemu. Jadi secara tidak langsung itulah caraku untuk “memilah” teman. Bagi mereka yang memang ingin mengenalku lebih dalam pasti akan datang kembali dan bagi mereka yang hanya sekedar basa-basi biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Oleh karena itu aku hanya memiliki sedikit teman yang semuanya adalah teman baik yang selalu ada disaat aku membutuhkan. Ada hal yang membuatku senang saat mereka berkata bahwa aku juga teman baik mereka karena selain pendengar yang baik, aku juga bisa menjadi pemberi nasihat yang baik. Well, that’s always make me blush.

  • I can do my own self-recharge

Seperti pada beberapa artikelku sebelumnya, aku selalu mengatakan malam mingguku kebanyakan aku habiskan dirumah . Menghabiskan waktu dirumah adalah caraku untuk me-recharge energiku setelah seminggu bekerja. Aku tidak membutuhkan bersosialisasi dengan banyak orang untuk mengembalikanku ke kondisi semula seperti layaknya para ekstrovert, bahkan cukup kebalikannya. Bersantai sendirian di rumah.