First Post in 2020, Seven Months Late

So, this is officially my longest hiatus yet from writing my blog. Setelah selesai dengan BlogMas 2019 aku benar-benar berhenti menulis disini, I neglected my blog for more than a half year. I don’t wanna give any lame excuses, I just forgot about this blog for a while.

Anyway, what’s new in my life? in my family? in this world we life in? This year every single person’s life is turning upside down. Pasti kalian sudah tahu apa yang aku maksud, ya kan? Tahun ini bisa dibilang tahun yang buruk untuk kebanyakan orang karena adanya Covid-19 yang sudah mengubah segalanya. Kesehatan, pendidikan, gaya hidup, mata pencaharian dan masih banyak lagi hal-hal yang berubah karena adanya pandemik global ini. Banyak usaha-usaha kecil maupun besar yang gulung tikar, murid-murid tidak bisa belajar bersama karena sekolah diliburkan serentak, dan banyak sekali korban jiwa yang terenggut akibat Covid-19 ini. Tapi kali ini aku tidak akan membahas hal itu, karena pastinya kita semua sudah lelah dan bertanya-tanya kapan pandemik ini berakhir.

Di awal tahun 2020 ini aku memulainya dengan sangat optimis bersama suami, kami percaya bahwa tahun ini bakal menjadi tahunnya kami dengan usaha yang aku rintis mulai merambat berdiri, begitu pula dengan suami. Apalagi kami sudah menemukan rumah impian kami. So we was super excited about this year, but apparently it wasn’t go as we plan. Tahun yang seharusnya membahagiakan ini berubah menjadi tahun yang buruk saat memasuki bulan April.

Di saat Covid-19 sudah mulai merajalela, kami sama sekali belum memiliki kesempatan untuk pulang ke rumah orang tua walau hanya sehari-dua hari. Rasa rindu yang teramat sangat terhalang dinding pandemik yang mulai berdiri dengan angkuhnya. Kamipun menerima keadaan dengan pasrah. Kemudian di awal bulan April kami mendapat kabar bahwa ayah hubby sakit dan harus masuk ke rumah sakit, disini kami sudah mulai panik karena keadaan tidak mengizinkan kami pulang, jadi hanya bisa memantau keadaan ayah lewat media elektronik saja. Tak berselang lama, ternyata Tuhan lebih sayang dengan ayah sehingga memanggilnya pulang. Walau tak berkesempatan menjenguk ayah saat masih sadar namun untungnya hubby masih diberi kesempatan untuk menunggu ayah hingga saat-saat terakhirnya. Sedih, hancur dan seakan masih belum percaya akan apa yang terjadi karena semua berlangsung sangat cepat, tapi apa daya kami harus menerimanya.

Dalam suasana berduka kami mencoba untuk bangkit, menguatkan bunda dan menata hidup kami kembali. Tapi memang sudah tak mungkin bisa sama seperti dahulu. Hari berganti menjadi minggu dan minggu berganti menjadi bulan, kami sudah mulai mampu menghadapi situasi yang baru ini walau tetap belum terbiasa, mulai menyusun rencana dan usaha yang tadinya sempat tertunda. Aku sudah mulai berani membuka bisnis fotografer lagi walaupun tetap memilah-milah klien. Yah, memang belum sesuai rencana, namun bisnisku ini sudah mulai sedikit tertata. Kalau kalian ada waktu, bisa kunjungi web promoku https://livinglonerphotography.wordpress.com/

Lalu, apa rencana kami kedepannya? Yang pasti tetap berjalan maju, walau tersendat-sendat dan harus “beristirahat” berkali-kali namun harus tetap mengarah kedepan.

Yah, begitulah sekilas dari apa yang terjadi dalam 7 bulan terakhir ini. Semoga kedepannya akan semakin baik ya, untukku, keluargaku dan tentunya kalian semua.

Sincerely,

Sincera, another free spirited introvert

BlogMas 2019 Day 25 : What I Felt About BlogMas

Photo by Brett Sayles from Pexels

Oh.My.God I’ve never imagine I’m capable to finish this year Blogmas without skipping a day. Saat pertama aku memulai Blogmas ini 1 Desember lalu memang keinginanku sangat kuat untuk menyelesaikannya dengan mulus tanpa ada lubang 1 hari pun, walaupun demikian tetap ada keraguan di benakku apakah aku bisa menyelesaikannya flawlessly apalagi sebelum-sebelumnya aku jarang menepati update rutin 3x dalam seminggu and for this I give myself a pat on the back.

Beberapa hal yang kurasakan saat menulis Blogmas ini yang pertama adalah saat awal-awal minggu aku merasa sangat bersemangat, setelah menyusun list apa saja yang akan kutulis kemudian merangkainya, aku merasa sangat tidak sabar untuk menulis. Bila mau jujur ada hari-hari dimana aku menulis 2 postingan dalam 1 hari karena saking semangatnya, dan ada kalanya aku menulis 2x dalam sehari dikarenakan di hari Sabtu dan Minggu suamiku akan menggunakan PC ini (we use 1 PC together), jadi mau tidak mau aku harus mempersiapkan sehari sebelumnya.

Photo by Susanne Jutzeler from Pexels

Hal kedua memasuki minggu-minggu kedua tepatnya di hari ke 12, aku merasakan kebosanan yang sangat dalam dan malas untuk menulis apalagi saat itu aku menjadwalkan untuk mengulas film Last Holiday yang berdurasi 2 jam. Namun untungnya saat menonton kembali film tersebut hatiku menjadi senang dan bersemangat lagi. Rasa malas ini lebih sering kualami pada postingan review film, jujur ada beberapa film yang awalnya ingin kumasukkan tapi batal karena aku merasa untuk tidak ingin menontonnya seperti The Preacher’s Wife (1996), tapi aku tidak bilang film ini jelek, not at all.

Photo by Barry Plott from Pexels

Hal ketiga yang kualami adalah aku merasa sinkronisasi antara jari-jariku bergerak saat mengetik dengan kerja otakku dalam berpikir menjadi lebih baik. Sebelumnya saat menulis aku banyak terdiam karena bingung akan menulis apa, bagaimana merangkai kata-kata, namun jariku bergerak-gerak sendiri karena ingin mengetik namun tidak tahu apa yang ingin diketik. Nah karena pada BlogMas secara tidak langsung kita dipaksa untuk menulis setiap hari maka menulis menjadi sebuah kebiasaan sehingga terasa mudah dilakukan (seperti otakku jadi sedikit lebih encer saat memuntahkan kata-kata).

Photo by Brigitte Tohm from Pexels

Terakhir adalah just let it flow, saat jadwal yang awalnya sudah dibuat bisa saja berubah mendadak. Jadi terkadang sesuatu berjalan tidak sesuai rencana kita, but sometimes it turned out better. Seperti beberapa postingan yang awalnya sudah kurencanakan untuk kuulas, ada yang di hari H aku menemukan ide tulisan yang lain, so I follow my gut and turned out you guys liked it.

Yang pasti BlogMas 2019 tidak hanya sebagai tantangan melainkan juga sebagai sarana aku belajar untuk menulis dan untuk selalu menepati jadwal yang sudah dibuat. Apa yang kudapat saat aku menulis BlogMas semuanya menyenangkan (termasuk saat aku merasa burned out) dan berharga untukku, can’t wait to do more like this soon!

Photo by picjumbo.com from Pexels

One last thing, Merry Christmas and Happy New Year everybody. I hope every single one of you having a wonderful holiday, I love you all!

Sincerely,

Sincera, another free spirited introvert

BlogMas 2019 Day 24 : Preparing My Dog for Boarding During The Holiday

First of all I have several confessions to make, yang pertama seharusnya Blogmas hari ke-24 ini mengulas tentang salah satu film Natal terfavorit yaitu The Holiday tapi mendadak aku mendapat ide untuk sedikit mengupas tentang persiapan Natal dan sepertinya banyak diantara kalian yang mengalami hal sama denganku which is panicking for boarding my dog for the very 1st time, so I changed my original plan to this one. Yang kedua, Blogmas hari ke-24 ini merupakan postingan terakhirku di bulan dan tahun ini karena untuk Blogmas hari terakhir yaitu besok tanggal 25 Desember, aku sudah menulisnya kemarin (i’m sorry I’ve cheated again). But I have my reason, tomorrow is pretty hectic day karena besok kita akan berkunjung ke rumah orang tua suami dan paginya harus menitipkan anabul ke penitipan, so no time to write a post dan juga kemarin I was on fire, otak penuh dengan kata-kata yang harus ditulis untuk Blogmas hari ke-25.

So, that’s my intro, pretty long intro. Mari sekarang langsung bahas tips dan trik persiapan menitipkan hewan peliharaanmu ke penitipan hewan yang aku dapatkan dari Google.

Photo by Dominika Roseclay from Pexels
  • Do throughout research and book early

Always do your research before hand, bisa dengan gugling dan bertanya dengan teman tentang penitipan anjing yang bagus. Beruntung untuk kalian yang mempunyai orang yang dipercaya untuk menjaga anabul, namun bila sepertiku yang tidak memiliki orang yang bisa menjaga anabulk, sebulan sebelum keberangkatan hampir setiap saat aku me-research the best dog care in town. Setelah memperoleh penitipan yang bagus, jangan lupa tinjau lokasi terlebih dahulu, dan bila cocok tidak ada salahnya untuk memesan tempat jauh-jauh hari sebelum keberangkatan kalian.

BlogMas 2019 Day 23 : How to Spend a Cozy Night in on Christmas Eve

Happy Monday everyone! Check your Calendar immediately, it’s 2 more days to Christmas! Dan tak terasa Blogmas 2019 tinggal 3 postingan lagi, I have really mixed feelings right now honestly. Di satu sisi aku gembira karena aku hampir menyelesaikan tantangan menulis selama 25 hari penuh, di sisi lain aku sedih karena Blogmas akan segera berakhir dan harus menunggu setahun lagi untuk Blogmas 2020. Well of course I can do monthly challenge, but it will be different, Blogmas is literally countdown for Christmas that me even more excited every single day.

Anyway, untuk kalian yang masih bingung bagaimana akan menghabiskan malam Natal setelah ke gereja dan merasa tidak ingin keluar rumah, don’t worry I have some ideas to share.

  • Christmas Movie Marathons

Ide yang pertama ini sudah sangat umum dan this is definitely a must, siapkan film Natal kesukaan kalian sejak dini untuk ditonton di malam Natal sampai ketiduran. Sambil menikmati minuman hangat dan snack yang sudah disiapkan sebelumnya, curling up in your cozy blanket watching your favorite Christmas movies. Bila kalian bukan tipe orang yang suka rewatch movie dan masih kebingungan memilih film Natal untuk ditonton bisa cek Blogmas-ku karena aku mengulas beberapa film Natal terbaru favoritku, diantaranya klaus dan noelle

BlogMas 2019 Day 22 : Mother’s Day Traditions All Around the World

Tak terasa Natal sudah benar-benar akan tiba, 3 more days! How excited are you guys? Anyway, postingan kali ini tidak hanya berhubungan dengan Natal namun berperan besar dalam proses terjadinya Natal yang diperingati seluruh umat di dunia. Hari ini aku akan menulis tentang tradisi hari Ibu, yap hari peringatan seluruh ibu di dunia termasuk Bunda Maria, ibu Yesus (walaupun sudah ada hari terkhusus untuk Bunda Maria). Mungkin untuk sebagian besar orang di seluruh dunia sudah terlebih dahulu merayakan hari Ibu, dan setelah melihat wikipedia ternyata Indonesia merupakan negara terakhir yang merayakan hari Ibu yaitu tepat hari ini 22 Desember.

  • Meksiko (10 Mei)

Tradisi yang dilakukan saat hari Ibu di Meksiko dinamakan Dia de Las Madres, yng berawal tahun 1922 oleh seorang jurnalis, Rafael Alducin. Dia menuliskan artikel tentang pentingnya hari Ibu diadakan di Meksiko. Anak-anak akan bergabung bersama Mariachi band dan menyanyikan “Las Mananitas” dan “Amor de Madre”. Kebanyakan di pedesaan anak-anak akan bernyanyi di depan rumah mereka, sedangkan di perkotaan biasanya Mariachi band akan bernyanyi di restoran ataupun tempat umum lainnya. Saat ini banyak pula orang-orang yang menyewa band untuk menyanyi untuk ibu mereka.