When Introvert Plans A Wedding – Part 1

Di artikel minggu lalu, aku menyebutkan bahwa aku sudah menikah. Di situ itu aku menceritakan bagaimana rasanya hidup satu atap dengan seseorang yang juga introvert. So today in the first part I’ll tell you how we plan the wedding. For the record, we had a simple and intimate wedding. We tried to pay for our own wedding so we take fully control on the planning.

Kita menikah di bulan Juni 2018, dan setahun sebelum itu aku sudah mulai mencari wedding planner checklist yang bisa kupakai untuk mencatat segala sesuatunya. Kemudian dari checklist yang kuperoleh, aku membuat binder khusus untuk wedding planning.

  • Budget

      Hal yang pertama kita lakukan adalah penentuan budget yang dikeluarkan. Kita berdua memiliki 2 pandangan soal budget, aku mengambil angka yang lebih rendah dari suamiku. Dan pada akhirnya budget yang dikeluarkan sesuai dengan perkiraan suami.

TIPS : Selalu berpatok pada budget awal, kadang tambahan kecil-kecil itu yang membuat budget bengkak.

  • Engagement 

      Dengan mempertimbangkan beberapa hal, kita sepakat mengadakan lamaran di bulan Desember 2018. Untuk perencanaan lamaran kita buat sesimpel mungkin. Setelah menentukan tanggal lalu penentuan tempat (kita memilih restoran karena sepaket dengan makanan), kemudian untuk seserahan sepenuhnya diatur pihak suami. Dokumentasi diurus oleh mamaku yang menyewa fotografer kenalannya. 

TIPS : Sebisa mungkin jangan menggunakan fotografer/videografer saudara atau kenalan kita, kecuali mereka memang profesional. Menyewa jasa seseorang hanya karena kenal atau dekat akan berakhir tidak mengenakkan. Hasil foto lamaranku bagus, namun tidak sesuai ekspektasiku dan keluarga.

French Fries Friday – The Christmas Chronicles (2018)

It’s Friday again, time to grab your snack, put on your comfiest PJS and enjoy the movie. Since Christmas is way around the corner, today’s movie is gonna be have lots of elf, reindeer and of course Santa.

Film berjudul “The Christmas Chronicles” ini mendapat rating IMDb 7.3/10 dari 17.085 pengguna. Dan seperti biasa, this movie need more stars. Menurut pandanganku film ini berbeda dengan film natal yang melulu drama atau melulu komedi. Di film ini kamu bisa temui adegan drama, komedi dan bahkan beberapa action seperti aksi kebut-kebutan dan perkelahian (spoiler, sorry). 

Image from IMDb

Film ini bermula dari sebuah keluarga yang tadinya sangat bersemangat menyambut Natal, namun dikarenakan sang ayah meninggal, semangat itu memudar. Tapi ini tidak berlaku pada Kate Pierce, anak bungsu dari keluarga Pierce. Dia masih percaya Santa Claus akan membawa damai di keluarganya tahun ini. Di sisi lain semenjak kepergian sang ayah, Teddy Pierce, kakak Kate menjadi anak yang pembangkang.

Falling in Love with Another Introvert

Kata orang rasa suka, sayang, cinta itu datang sesukanya. Kita tidak bisa memilih kapan, dimana dan dengan siapa hati kita berlabuh. It happens to everyone, including me. Aku merasakan suka, sayang dan cinta itu beberapa kali sebelum akhirnya aku memutuskan menikah dengan suamiku sekarang. 

In case you’re too busy to sit down and read my blog, I give you the Video version of my article

Kesan pertama pada suamiku adalah dia seorang extrovert. Why? Because he was famous in College ( we went to the same College), teman seangkatan, kakak dan adik angkatan banyak yang mengenal siapa dia. He was a smart student, but not a nerd. Long story short, setelah bekerja, kita mulai dekat dan akhirnya memutuskan untuk jadian. Saat itu dikarenakan pekerjaan, kita sempat merasakan LDR selama ± 2 tahun. Di masa LDR aku banyak menghabiskan waktu dengannya lewat telepon dan Skype. 

Dari obrolan kita, aku mulai berpikiran bahwa dia jauh dari kata extrovert, dia adalah seorang introvert sejati, even more introvert than me. Cara dia berbicara mengenai sebuah topik membuatku terpukau, he made me think beyond my belief. If he likes one thing, he can be so passionate into it, he always dig deeper than me, than anyone else I know.

Akhirnya 3 tahun setelah LDR, kita memutuskan menikah. We had a simple and intimate wedding, hanya dengan ± 60 tamu undangan. Walaupun masih termasuk pengantin baru, aku akan mencoba menceritakan seperti apa kehidupan dua orang introvert dalam satu atap.

Our Pre Wedding Photoshoot

French Fries Friday – Sabrina (2018)

Hi para movie enthusiasts, ready for another French Fries Friday (FFF)? Film yang akan aku ulas kali ini adalah film horor Indonesia berjudul Sabrina.

Sedikit info seputar film arahan Rocky Soraya yaitu film horror ini tergolong film baru. Premier Sabrina di bioskop adalah tanggal 12 Juli 2018. Hingga Agustus lalu film yang sudah ditonton oleh 1.337.510 orang ini (sesuai artikel pojoksatu.id) memperoleh rating IMDb 4.6/10 dari 477 pengguna. Oya satu hal lagi, film Sabrina ini ternyata film trilogi dari film The Doll (2016) dan The Doll 2 (2017). Yah hampir mirip dengan Insidious but not flashback mode. Untuk kali ini aku akan mengulas film Sabrina sebagai film independen dan bukan film trilogi.

image from IMDb

Film ini bermula dari Bu Laras dan Pak Raynard (paranormal) sedang melakukan proses exorsism kepada Andini. Kemudian scene beralih di sebuah keluarga baru yaitu Aiden seorang pengusaha boneka sukses yang menikah dengan Maira seorang janda yang pernah kehilangan anak semata wayangnya, Kayla (diceritakan di The Doll 2), dan Vanya yang merupakan keponakan Aiden. Vanya disini diceritakan sebagai anak yatim piatu yang diadopsi oleh Aiden dan Maira.

Are You an Introvert?

Banyak orang yang salah menginterpretasi introvert sebagai seorang pemalu dan pendiam. For first impression introvert can be a shy and quiet person, tapi semakin lama kamu kenal seorang introvert, mereka tidak lagi pendiam, they’re crazy, but in the good way, at least itu berlaku padaku. Beberapa temanku selalu berkata aku bukan seorang pendiam seperti yang mereka kira saat pertama berkenalan. They said I “deceived” them, hahaha.  Well yang pasti aku tidak berusaha menipu siapapun, bukan juga sok jaim, I’m just an introvert, and that’s what introvert do.

So today’s blog is going to be several characteristics of Introvert, based on what I feel throughout my growing phase , in case kalian punya kenalan dengan ciri-ciri seperti yang aku sebutkan nanti, don’t be confuse and don’t feel that you are being deceived. 

  • Aku sangat menikmati “Me Time”

     Mungkin hal ini yang membuat banyak orang berpikir bahwa introvert itu penyendiri. On weekend, setelah selesai bekerja aku pasti memilih di rumah nonton film, spa day, atau kegiatan lainnya sendiri. Most of the time I’ll say no to a Saturday Night Hangout. Memiliki waktu untuk sendiri adalah hal yang benar-benar aku nantikan apalagi setelah aku bekerja full time (9to5). Why? Because it’s time for me to recharge my energy, to find my peace.

  • Aku bisa berpikir lebih jernih saat sendirian

      Aku tidak membenci diskusi kelompok atau bertukar pendapat dengan orang lain. Hanya saja bila memikirkan sesuatu aku akan lebih banyak mendapat ide-ide saat sendirian. In fact I like talking to myself out loud about every little things, dan disitu ide-ide muncul dengan sendirinya.