When Introvert Work at Extrovert Environment

Kebanyakan di dunia perkantoran kita selalu harus bekerja dengan orang lain, membangun sebuah tim kerja yang solid agar pekerjaan yang ada menjadi lebih mudah dan cepat terselesaikan. Saat ada proyek atau masalah, selalu akan ada meeting. Well of course, everyone knows that. But what if you’re an introvert? Are you feel comfortable with these kind of situations?

Diantara kamu disini, adakah yang pernah merasa lelah di kantor padahal kamu tidak mengerjakan pekerjaan yang berat? Canggung saat seseorang bertanya pendapatmu di forum meeting dan merasa super capek setelahnya? Well, let me break it to you, it is totally normal for an introvert to feel that way. Semua tergantung bagaimana kamu menyikapinya, apakah kamu memilih untuk mengeluh dan merasakan ketidaknyaman setiap harinya, atau kamu memilih untuk mengubah situasi yang ada menjadi menyenangkan, paling tidak situasi yang bisa membuatmu nyaman.

don’t forget to Subscribe ya! New Video every Monday

French Fries Friday – Department Q: The Keeper of Lost Causes (Kvinden i buret – 2013)

Good Friday, my movie enthusiasts friends!

Today’s French Fries Friday is gonna be another thriller/detective movie titled The Keeper of Lost Causes. Film yang memperoleh rating IMDb 7.2/10 dari 19.893 pengguna ini adalah adaptasi dari novel terkenal karangan Jussi Adler-Olsen. Novelnya sendiri ada 7 seri, dan untuk filmnya baru ada 4 yang dibuat. Film keempat baru saja rilis tahun 2018, tapi untuk hari ini aku ingin me-review film pertama dari Department Q Series ini.

Image from IMDb

Control My Introvert Anger

Hi my nerdy friends, welcome to another blog post and still introvert related. Kali ini aku ingin sedikit sharing bagaimana cara aku mengontrol dan mengatasi amarahku yang kadang bisa menjadi tak terkendali. Jangan dibayangkan karena introvert cenderung diam dan tenang, bukan berarti mereka adalah sesosok makhluk yang tidak bisa marah ya. Para introvert terkenal dengan sifat mereka yang kebanyakan menyimpan semuanya sendirian, tak terkecuali amarah yang mereka rasakan.

French Fries Friday – Let’s Kill Ward’s Wife (2014)

Hi my lovely movie enthusiasts, how are you today? Bored from work? It’s ok, it’s almost weekend. Buat kamu yang tidak punya rencana untuk Saturdate di luar rumah, I have the solution for you! French Fries Friday is here, and this week movie is from 2014 called Let’s Kill Ward’s Wife. Film ini mendapat rating IMDb 5.4/10 dari 5.104 pengguna. Let’s Kill War’d Wife bukan merupakan film serius yang membutuhkan pemahaman dan konsentrasi ekstra, melainkan komedi ringan yang bisa sedikit membantu melepas penat setelah seminggu penuh bekerja. Just a little laugh won’t kill you.

Image from IMDb

Film ini menceritakan kehidupan 4 sahabat yang 3 diantara mereka telah berkeluarga dan 1 sisanya anggap saja seorang flamboyan kesepian yang tidak bisa menetapkan hati di satu wanita. Mereka adalah Tom, David, Ronnie dan Ward. Hubungan persahabatan mereka terhambat oleh istri Ward yang bernama Stacy, yang semua orang tahu adalah wanita yang menyebalkan.

When Introvert Plans A Wedding – Part 2

My wedding wasn’t perfect at all, there was a bunch of flaws. Untuk itu di artikel bagian kedua ini aku akan bagikan sedikit catatan untuk kalian yang akan menikah atau sedang merencanakan pernikahan, My Do and Don’t While Planning Your Own Wedding (Simple and Intimate Wedding Edition) :

  • DO : Plan Your Wedding at Least a Year Prior

      Apalagi kamu orang kantoran yang harus bekerja 9to5 dan berniat merencanakan pernikahanmu sendiri from scratch. Semakin dekat kamu merencanakannya, akan semakin sedikit pilihan vendor yang kamu punya dan semakin hectic situasi yang akan kamu rasakan. Semakin lama kamu rencanakan, ide-ide akan muncul dengan sendirinya.

  • DON’T :  rush your decision on finding the right vendors

      Beri batas waktu penentuan vendor yang akan kamu pilih. Bila waktu untuk memilih sangat singkat, maka kamu akan menyesal bila nantinya kamu menemukan vendor yang lebih cocok. Namun jangan terlalu lama pula, karena banyak sekali vendor-vendor pernikahan yang memberikan promo-promo, sebab bisnis pernikahan saat ini sangat menjanjikan. Dan pada akhirnya kamu akan bingung sendiri.

  • DO : Ask for second opinion

      Bila kamu sudah mendapatkan vendor untuk pernikahanmu, kamu bisa bertanya pendapat pada seseorang yang kamu percaya dan yang akan terlibat di pernikahanmu. Jangan bertanya lebih dari 2 orang, karena semakin banyak opini, kamu akan semakin bingung dibuatnya.

  • DON’T : Buy your wedding dress immediately
My Wedding Dress